Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online

Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online

Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online

Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online – Penyidik dari Markas Besar (Mabes) Polri kerjakan penyerahan tersangka bersama tanda bukti (step II) masalah judi dalam jaringan (online) di Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat.

Pihak kejaksaan sudah terima penyerahan tersangka dan tanda bukti satu masalah judi online yang penyidikannya dikerjakan Mabes Polri, kata Kepala Seksi Pidana Umum, Kejaksaan Negeri Padang, Rusmin.

Ia mengatakan tersangka dalam masalah itu yaitu adik-kakak yakni Rony Arora (24), serta Bonny Pratama (26), warga Jalan Simpang Empat Air Pacah, RW 01, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online

Sesudah step II kami selekasnya membuat dakwaan dalam 20 hari ke depan untuk dilimpahkan ke pengadilan, untuk tersangka keduanya ditahan, imbuhnya.

Ia bercerita ke-2 tersangka di tangkap oleh tim Mabes Polri pada Agustus 2017. Penangkapan itu bermula ketika polisi menangkap seseorang pejudi online di Jakarta.

Polisi lantas lakukan pengembangan dari aktor yang di tangkap di Jakarta, dari situ lalu dikerjakan pencarian yang membuka peranan ke-2 tersangka ini, tuturnya.

Ke-2 tersangka melakukan tindakan jadi pengelola satu website judi online yang tugasnya terima registrasi beberapa orang yang ingin bermain judi online.

Seorang yang akan bermain judi juga akan mentransfer uang tunaI lewat ATM pada tersangka, kemudian yang mentransfer uang juga akan memperoleh ID user untuk masuk ke website judi, lanjutnya.

Bila kelak pendaftar itu menang serta akan jadikan kemenangan jadi uang tunai, tuturnya maka ke-2 aktor juga yang juga akan mentrasfer. Aktor seperti bandar didunia maya.

Dari tangan aktor diamankan uang tunai sebesar Rp1, 1 miliar, yang dikatakan sebagai hasil menggerakkan perbuatan sepanjang empat th.. Diluar itu juga terdapat 20 lebih nomor rekening.

Ada beberapa jaksa Kejaksaan Negeri Padang yang ditunjuk mengatasi perkara itu beberapa salah satunya Mulyana Safitri, Nazif Firdaus, serta yang lain.

Perbuatan ke-2 tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP mengenai perjudian, Juncto (Jo) Undang-undang Pencucian Uang.

Sidang di gelar di Padang karna tindakannya dikerjakan di Padang (lucos delicti), secepat-cepatnya juga akan dilimpahkan ke pengadilan, tuturnya.

Pengacara Rony dan Bonny Bantah Kliennya Terjerat Kasus Judi Online

Kuasa hukum dari Rony Arora (24), serta Bonny Pratama (26), yang diputuskan Mabes Polri jadi tersangka dalam masalah sangkaan judi online serta pencucian uang mengemukakan bantahan.

Masalah sangkaan judi online serta pencucian uang yang didugakan pada client kami oleh kepolisian tidak cocok kenyataan, saat ini kami juga tengah memajukan praperadilan atas masalah ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kata pengacara dari tersangka yakni Hendrayana, dihubungi dari Padang, Rabu.

Terlebih dulu, ke-2 tersangka yaitu kakak-beradik yang disebut warga Jalan Simpang Empat Air Pacah, RW 01, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

Ia nengatakan berdasar pada kenyataan ke-2 client itu yaitu penerus kiriman uang dari TKI di Malaysia, untuk diserahkan pada keluarga TKI yang berada di Indonesia.

Karna tugasnya melanjutkan uang kiriman TKI, mereka memegang rekening tempat menyimpan uang kiriman di rekening atas nama Ramayani. Aktivitas itu telah dikerjakan keduanya sepanjang empat th. terakhir, klaimnya.

Ia mengatakan rekening punya Ramayani itu, diberi ke clientnya atas basic surat kuasa serta keyakinan. Karna masih tetap mempunyai jalinan keluarga.

Sesudah jalan empat th., lanjutnya, pada akhirnya masalah saat ini keluar sesudah rekening atas nama Ramayani yang dipegang clientnya, terima transferan uang sebesar Rp150 juta. Uang yang disangka terkait dengan transaksi judi online.

Walau sebenarnya client kami tidak tahu-menahu dari tempat mana uang Rp150 juta itu berasal, maka dari itu heran ketika di tangkap polisi dituduh berkaitan judi online karna haknya hanya melanjutkan uang kiriman TKI ke keluarga TKI, waktu itu di rekening diisi Rp1, 1 miliar, tuturnya.

Ia menilainya bila memanglah ada sangkaan uang dalam rekening itu terkait dengan tindak pidana, penegak hukum harus menelesuri Ramayani terlebih dulu jadi yang memiliki rekening.

Harusnya pihak kepolisian dapat menelusuri serta mengolah memakai jaringan interpol yang ada terlebih dulu, serta memblokir rekening, bukannya menjerat ke-2 client kami, tuturnya.

Karna kembali sekali lagi, lanjutnya, clientnya hanya bertugas melanjutkan uang kiriman TKI yang berada di rekening, serta memperoleh upah dari aktivitas itu.

Sesaat untuk tuntutan praperadilan di PN Jakarta Selatan, ia menyebutkan waktu ini sudah jalan sejumlah 2 x.

Praperadilan diserahkan karna pihaknya menilainya penetapan tersangka, penangkapan, serta penyitaan tanda bukti tidak cocok prosedur hukum. ketika penangkapan client kami tidak dibarengi surat perintah penangkapan.

Karna pihaknya hanya terima secarik kertas diisi nama serta nomor HP penyidik.

Waktu di tangkap uang kiriman TKI yang harusnya mereka salurkan pada keluarga TKI di Indonesia, malah diperintahkan untuk ditarik dengan tunai dari rekening, walau sebenarnya menurut kami cukup diblokir saja rekeningnya, tuturnya.

Di bagian beda, hal semacam ini berkaitan penyerahan tersangka dengan tanda bukti (step II) yang dikerjakan Penyidik Markas Besar (Mabes) Polri di Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat.